Saturday, 16 May 2009
Sunday, 10 May 2009
sorry
kenapa semuanya ga bisa lepas dari kepala.
obrolan tadi malam ngebuat saya berfikir ulang untuk tetap berhubungan dengan dia.
bukan berarti mau lepas dari masa lalu. tetapi, sudah tidak ada lagi tenaga untuk membantu.
saya tidak mau ada pertengkaran.
begitu jelas saya menjaga hati agar tidak sakit. agar tidak merasakan cemburu akan cinta yang sudah bertahun di tutup.
" maaf kali ini aku tidak bisa bantu !"
obrolan tadi malam ngebuat saya berfikir ulang untuk tetap berhubungan dengan dia.
bukan berarti mau lepas dari masa lalu. tetapi, sudah tidak ada lagi tenaga untuk membantu.
saya tidak mau ada pertengkaran.
begitu jelas saya menjaga hati agar tidak sakit. agar tidak merasakan cemburu akan cinta yang sudah bertahun di tutup.
" maaf kali ini aku tidak bisa bantu !"
Saturday, 9 May 2009
13
malam ini tanggal 10.
MEMAAFKAN (titik)
Adalah hal yang sangat mudah untukku. Tetapi tidak berarti mengikhlaskan segalanya. Melupakan segalanya dan memulai nya kembali dari awal.
Yaa, aku adalah pendendam, pendendam yang (terlalu) mudah luluh.
Aku mudah luluh oleh tatapan pria yang dalam, suara pria yang lembut,juga rayuannya.
BODOH (titik)
Dinginnya malam ini membuka kembali lukaku, 13 november lalu. Mungkin aku tidak akan pernah lupa akan tanggal itu.
13 november 2007,
Saat dimana aku harus mengumpulkan hatiku untuk tetap tegar.
Eyang kakung ku tersayang meninggal dunia. Meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis.
Mungkin memang sudah takdir-nya. Tetapi sampai saat ini aku masih belum bisa menerimanya.
Eyang kakungku yang penuh senyum.
Eyang kakung ku yang penyayang.
Eyang kakung ku yang penuh cinta.
Eyang kakung ku yang belum sempat aku beri apa apa.
Eyang kakung yang meninggalkan ku jauh hingga saat terakhirnya pun aku tidak sempat melihatnya. Jarak yang membuatku SAKIT.
Seharusnya sudah bisa kulupakan. Seharusnya sudah bisa ku ikhlaskan kepergiannya.
3 hari setelah ulang tahunku.
2 hari setelah hari ulang tahun pernikahannya.
Dan,
1 hari setelah ulang tahun om ku tersayang.
Sudah kucoba meraih kepingan luka dan merekatkannya kembali untuk segera bangkit dan menerima kenyataan.
SESAL (titik)
Baru kurasakan sesal yang amat sangat ketika ia tiada. Ketika baru kusadari, ketulusan cintanya.
13 november 2008
Tangisku mengisak. Tanpa suara.
Sebuah kejujuran yang kubuka dengan niatan agar hati ini tidak bertambah sakit justru menusukku amat sangat dalam dan membuatku seperti berhenti bernapas.
Dia, meninggalkanku.
Lelaki, berperawakan sedang, bermata bulat, bersuara lembut, penuh perhatian, meninggalkan ku dengan luapan air mata.
Aku tau ini kesalahanku. Aku tau semuanya, dan aku simpan rapat rapat, tertata baik, dan rapi. Tetapi, mulut seseorang tidak ada yang bisa di jaga.
Mungkin khilaf.
Hingga akhirnya semua orang tau duduk permasalahannya.
Malu, sungguh malu, menjadi pembicaraan orang begitu banyak.
Sakit ini belum sembuh. Luka ini masih terbuka lebar. Ditambah lagi malu yang tidak bisa kuungkapkan sendiri.
Aku hancur.
Aku hancur di tengah kelemalahan ku.
Aku malu di tengah tinggi hatiku.
Rasanya aku sudah jatuh dan sulit untuk bangkit.
PERIH (titik)
Adakah tangis di tanggal 13 november 2009 ini?
Kuharap tidak.
Adakah cinta yang tumbuh kembali di tanggal 13 november 2009 ini?
Kutahu, hanya Tuhan yang bisa menjawabnya
HATI INI MASIH TERUS MENCOBA (koma)
Tidak akan ada titik, karena aku masih terus berharap akan cinta lain,
Berharap akan hidup yang lain.
Yang lebih baik.
Yang bahagia.
Dan tidak lagi terluka.
Canberra, 10 mei 2009, jam 2 : 37 am.
MEMAAFKAN (titik)
Adalah hal yang sangat mudah untukku. Tetapi tidak berarti mengikhlaskan segalanya. Melupakan segalanya dan memulai nya kembali dari awal.
Yaa, aku adalah pendendam, pendendam yang (terlalu) mudah luluh.
Aku mudah luluh oleh tatapan pria yang dalam, suara pria yang lembut,juga rayuannya.
BODOH (titik)
Dinginnya malam ini membuka kembali lukaku, 13 november lalu. Mungkin aku tidak akan pernah lupa akan tanggal itu.
13 november 2007,
Saat dimana aku harus mengumpulkan hatiku untuk tetap tegar.
Eyang kakung ku tersayang meninggal dunia. Meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis.
Mungkin memang sudah takdir-nya. Tetapi sampai saat ini aku masih belum bisa menerimanya.
Eyang kakungku yang penuh senyum.
Eyang kakung ku yang penyayang.
Eyang kakung ku yang penuh cinta.
Eyang kakung ku yang belum sempat aku beri apa apa.
Eyang kakung yang meninggalkan ku jauh hingga saat terakhirnya pun aku tidak sempat melihatnya. Jarak yang membuatku SAKIT.
Seharusnya sudah bisa kulupakan. Seharusnya sudah bisa ku ikhlaskan kepergiannya.
3 hari setelah ulang tahunku.
2 hari setelah hari ulang tahun pernikahannya.
Dan,
1 hari setelah ulang tahun om ku tersayang.
Sudah kucoba meraih kepingan luka dan merekatkannya kembali untuk segera bangkit dan menerima kenyataan.
SESAL (titik)
Baru kurasakan sesal yang amat sangat ketika ia tiada. Ketika baru kusadari, ketulusan cintanya.
13 november 2008
Tangisku mengisak. Tanpa suara.
Sebuah kejujuran yang kubuka dengan niatan agar hati ini tidak bertambah sakit justru menusukku amat sangat dalam dan membuatku seperti berhenti bernapas.
Dia, meninggalkanku.
Lelaki, berperawakan sedang, bermata bulat, bersuara lembut, penuh perhatian, meninggalkan ku dengan luapan air mata.
Aku tau ini kesalahanku. Aku tau semuanya, dan aku simpan rapat rapat, tertata baik, dan rapi. Tetapi, mulut seseorang tidak ada yang bisa di jaga.
Mungkin khilaf.
Hingga akhirnya semua orang tau duduk permasalahannya.
Malu, sungguh malu, menjadi pembicaraan orang begitu banyak.
Sakit ini belum sembuh. Luka ini masih terbuka lebar. Ditambah lagi malu yang tidak bisa kuungkapkan sendiri.
Aku hancur.
Aku hancur di tengah kelemalahan ku.
Aku malu di tengah tinggi hatiku.
Rasanya aku sudah jatuh dan sulit untuk bangkit.
PERIH (titik)
Adakah tangis di tanggal 13 november 2009 ini?
Kuharap tidak.
Adakah cinta yang tumbuh kembali di tanggal 13 november 2009 ini?
Kutahu, hanya Tuhan yang bisa menjawabnya
HATI INI MASIH TERUS MENCOBA (koma)
Tidak akan ada titik, karena aku masih terus berharap akan cinta lain,
Berharap akan hidup yang lain.
Yang lebih baik.
Yang bahagia.
Dan tidak lagi terluka.
Canberra, 10 mei 2009, jam 2 : 37 am.
Thursday, 7 May 2009
rasa
Setiap tulisan menginginkan sebuah rasa.
Begitu halnya hidup.
dan begitu pula dalam kehidupan.
.....adalah saling menjaga. Dan untuk menjaganya diperlukan pengertian. Karena setiap manusia tentu saja bertumbuh di cara yang berbeda, dan kita harus saling mengerti.
ada canda, tawa, kesal, air mata, hinaan, cacian, kasih sayang, juga rindu. Bermacam2 rasa yang di tumbuhkan untuk mencapai satu tingkat bernama PERSAHABATAN.
Begitu halnya hidup.
dan begitu pula dalam kehidupan.
.....adalah saling menjaga. Dan untuk menjaganya diperlukan pengertian. Karena setiap manusia tentu saja bertumbuh di cara yang berbeda, dan kita harus saling mengerti.
ada canda, tawa, kesal, air mata, hinaan, cacian, kasih sayang, juga rindu. Bermacam2 rasa yang di tumbuhkan untuk mencapai satu tingkat bernama PERSAHABATAN.
shallow ''you''
Pernahkah kalian menanyakan pada orang lain, sahabat, teman, pacar, keluarga, atau bahkan mantan
''mengapa lelaki hanya memilih pasangan hanya karena fisiknya??''
well, kenapa kita tidak menanyakan hal itu pada diri sendiri. ''sudahkah kita menerima orang lain tidak dengan fisiknya? sudahkah kita bisa melihat seseorang langsung ke hatinya? Bisa kah kita menghargai setiap kebaikan dan keburukan org lain? Bisakah kita tidak mengejek orang lain?? Bisakah kita tidak membedakan orang lain dari status, strata, fisik, dsb??, bisakah kita menerima semua orang dengan apa adanya mereka dan mencoba saling menyesuaikan?? Pernahkah kita seharii saja tidak membicarakan orang? Bisakah kita tidak membedakan orang dari suku dan pendidikan mereka, atau bahkan pegaulan mereka??''
jika memang semua sudah bisa dan pernah kita lakukan, pantaslah kita bertanya soal pertanyaan yg diajukan untuk PRIA.
Jika tidak, marilah introspeksi..
Karena kita juga begitu pemilih seperti mereka. :)
''mengapa lelaki hanya memilih pasangan hanya karena fisiknya??''
well, kenapa kita tidak menanyakan hal itu pada diri sendiri. ''sudahkah kita menerima orang lain tidak dengan fisiknya? sudahkah kita bisa melihat seseorang langsung ke hatinya? Bisa kah kita menghargai setiap kebaikan dan keburukan org lain? Bisakah kita tidak mengejek orang lain?? Bisakah kita tidak membedakan orang lain dari status, strata, fisik, dsb??, bisakah kita menerima semua orang dengan apa adanya mereka dan mencoba saling menyesuaikan?? Pernahkah kita seharii saja tidak membicarakan orang? Bisakah kita tidak membedakan orang dari suku dan pendidikan mereka, atau bahkan pegaulan mereka??''
jika memang semua sudah bisa dan pernah kita lakukan, pantaslah kita bertanya soal pertanyaan yg diajukan untuk PRIA.
Jika tidak, marilah introspeksi..
Karena kita juga begitu pemilih seperti mereka. :)
Monday, 27 April 2009
letter
Sebuah surat yang mengubah semua,
malam itu sekitar 5 derajat celcius..
Hati ini berdegup kencang membaca sebuah wall yang dikirim dr seseorang yang selama ini saya coba untuk meng-ikhlaskannya..
Saya raih handphone yang berada di tumpukan pakaian yang harus saya rapihkan, seperti hati saya yang harus segera di rapihkan..
Masih cinta, begitu hati saya berbisik.
Suaranya yang melembut membuat saya bingung. ''Apa yang terjadi??''
suaranya yang selalu kasar sudah menjadi hal yang biasa untuk saya. Tetapi malam itu suaranya melembut, berbeda.
Lalu, ia ceritakan segalanya. Dia bilang dia tau semuanya, ceritanya, kronologisnya.
Ada perih, karena luka yang selama ini saya coba untuk menutupnya rapat rapat terbuka kembali. Sakit.
saya masih bisa menahannya, hingga air mata ini keluar. Entah bahagia atau sedih. Entah perih atau lega.
air mata ini terus mengalir seperti tidak mau berhenti.
Suaranya semakin melembut bahkan terdengar mengisak. Tolong, jangan menangis. Biar kan saya yg menangis. Kamu tidak seharusnya menangis.
Ada rasa ingin memeluk. Ada rasa ingin menghapus air matanya. Perih.
Flashback pun kembali berputar di kepala saya. Slide demi slide berganti.
Segera saya hapus. Agar tidak sedikit pun melukai hati ini (lagi).
Ucapan terima kasihnya membuat saya semakin hancur. Mengapa ia tahu segalanya?? Sudah ku ikhlaskan sejak dulu. Sudah kurelakan. Air mata ini sudah berkorban begitu banyak.. Cukup lah kata terima kasih.
Hingga pembicaraan berakhir. Tangis ini semakin merebak.. sampai mata ini menutup, lelah.
malam itu sekitar 5 derajat celcius..
Hati ini berdegup kencang membaca sebuah wall yang dikirim dr seseorang yang selama ini saya coba untuk meng-ikhlaskannya..
Saya raih handphone yang berada di tumpukan pakaian yang harus saya rapihkan, seperti hati saya yang harus segera di rapihkan..
Masih cinta, begitu hati saya berbisik.
Suaranya yang melembut membuat saya bingung. ''Apa yang terjadi??''
suaranya yang selalu kasar sudah menjadi hal yang biasa untuk saya. Tetapi malam itu suaranya melembut, berbeda.
Lalu, ia ceritakan segalanya. Dia bilang dia tau semuanya, ceritanya, kronologisnya.
Ada perih, karena luka yang selama ini saya coba untuk menutupnya rapat rapat terbuka kembali. Sakit.
saya masih bisa menahannya, hingga air mata ini keluar. Entah bahagia atau sedih. Entah perih atau lega.
air mata ini terus mengalir seperti tidak mau berhenti.
Suaranya semakin melembut bahkan terdengar mengisak. Tolong, jangan menangis. Biar kan saya yg menangis. Kamu tidak seharusnya menangis.
Ada rasa ingin memeluk. Ada rasa ingin menghapus air matanya. Perih.
Flashback pun kembali berputar di kepala saya. Slide demi slide berganti.
Segera saya hapus. Agar tidak sedikit pun melukai hati ini (lagi).
Ucapan terima kasihnya membuat saya semakin hancur. Mengapa ia tahu segalanya?? Sudah ku ikhlaskan sejak dulu. Sudah kurelakan. Air mata ini sudah berkorban begitu banyak.. Cukup lah kata terima kasih.
Hingga pembicaraan berakhir. Tangis ini semakin merebak.. sampai mata ini menutup, lelah.
Sunday, 5 April 2009
tips belajar a la vita
Perlu waktu 30 menitan untuk saya berfikir tentang topik ini. Topik yg di sodorin oleh asha, temen smp saya.. Dia blg '' lo belajar psikologi kan vit. Tau dong tips tips bagus untuk belajar di akhir2 penentuan gini ''.
hhhhmmmm, tertantang juga. Awalnya, saya mau bersikap sok dewasa, dengan bilang '' itu sih kembali ke individualnya aja gimana '' tp engga ah.. saya hrs nemuin cara yang usefull dan bisa di pakai semua orang.. Akhirnya sambil menyesap espresso double shot, saya berfikir..
hhhmm, kayaknya ada tips tips yang boleh dipertimbangkan untuk dicoba deh.. :)
tips I
memang awalnya harus kembali ke individual, tp bukan itu kuncinya. Kuncinya adalah kita harus tau apa yg mau kita lakuin, cm sekedar lulus sma dan masuk PTswasta, ata lulus sma dengan masuk PTN ! kita harus tau apa yg mau kita lakukan sebelum berfikir caranya. Bukannya gerabak gerubuk ke toko buku, beli buku soal2 yg bejibun trus stress sendiri ngerjainnya. Yg ada, bakal bolak balik liat kunci jawaban. Useless bgt deh.
Intinya, tentuin apa target kita.
Tips II
setelah tau apa target kita. Mulailah gencar untuk mengenai target, kalau targetnya lulus memuaskan kita juga harus belajar dengan maksimal. Belajar maksimal bukan berarti ngoyo. Bukan berarti belajar sampe teler trus kecapean. Hasilnya malah gak maksimal. Pelan pelan aja. Cari dimana kelemahan kita, dan waktu yg kita punya ini di manfaatkan untuk membuat kelemahan menjadi kelebihan dan membuat kelebihan menjadi semakin kuat.
Belajar dari orang lain adalah hal yg paling mudah. Kita tidak perlu menulis, dengan mendengarnya dengan seksama kita juga bisa hapal dan paham. Konsentrasi sangat di butuhkan. jika ada pertanyaan yg sulit dan kita tidak pernah bisa menjawab padahal paling sering keluar di soal, lebih baik tanya.. Lalu pahami dan coba lagi di rumah. Di coba minimal 3 kali.
Intinya kita harus paham, bukan hafal.
Pahami setiap kalimat. Juga pertanyaan..
tips III
pada umumnya orang indonesia, adalah takut akan tantangan. main aman saja, begitu istilahnya. Inilah yg membuat kita lemah dalam ujian, adaptasi, sosialisasi.
Ketika kita berani menerima tantangan dan berani akan konsekuensi kalah atau menangnya, maka kita akan merasakan perjuangannya. Dan setelah berhasil kita akan semangat untuk ke level yg lebih sulit. Begitu pula dengan belajar, jangan terus2an mengerjakan soal soal dengan motif yg sama. Cari yg agak sulit dan yg memag disitu kelemahanmu. Tanya ke orang lain atau cari jawabannya ke guru dan buku. Jangan buang buang waktu untuk mengerjakan soal soal yg kamu sudah betul betul paham. Boleh di ulangi tp jangan lp untuk berani menerima tantangan dari soal soal yg sulit dan bertanya.
Tips IV
belajarlah dari kesalahan. Pasti dong di setiap ulangan ada salahnya.. kalau jawaban yang bener sih pasti sudah mantap yaa.. nah, jawaban yang salah ini nih harus di ulang sampai di mengerti.
Bisa tanya guru, teman, sahabat, pacar, tetangga, siapaaa aja. Jangan malu bertanya krn bakal terus sesal di jalan..
Tips V
usaha udah, niat udah, semangat apa lagi.. Tp belum pas kalo gak di dampingi dengan DO'A. Berserah diri kepada yang maha pencipta membuat kita lbh tenang dan pasrah dengan apa yang memang terbaik untuk kita..
Dengan 5 tips di atas semoga bisa di pikirkan untuk di terapkan pd kehidupan sehari hari menjelang ujian penentuan ini.
Good luck everyone. :)
hhhhmmmm, tertantang juga. Awalnya, saya mau bersikap sok dewasa, dengan bilang '' itu sih kembali ke individualnya aja gimana '' tp engga ah.. saya hrs nemuin cara yang usefull dan bisa di pakai semua orang.. Akhirnya sambil menyesap espresso double shot, saya berfikir..
hhhmm, kayaknya ada tips tips yang boleh dipertimbangkan untuk dicoba deh.. :)
tips I
memang awalnya harus kembali ke individual, tp bukan itu kuncinya. Kuncinya adalah kita harus tau apa yg mau kita lakuin, cm sekedar lulus sma dan masuk PTswasta, ata lulus sma dengan masuk PTN ! kita harus tau apa yg mau kita lakukan sebelum berfikir caranya. Bukannya gerabak gerubuk ke toko buku, beli buku soal2 yg bejibun trus stress sendiri ngerjainnya. Yg ada, bakal bolak balik liat kunci jawaban. Useless bgt deh.
Intinya, tentuin apa target kita.
Tips II
setelah tau apa target kita. Mulailah gencar untuk mengenai target, kalau targetnya lulus memuaskan kita juga harus belajar dengan maksimal. Belajar maksimal bukan berarti ngoyo. Bukan berarti belajar sampe teler trus kecapean. Hasilnya malah gak maksimal. Pelan pelan aja. Cari dimana kelemahan kita, dan waktu yg kita punya ini di manfaatkan untuk membuat kelemahan menjadi kelebihan dan membuat kelebihan menjadi semakin kuat.
Belajar dari orang lain adalah hal yg paling mudah. Kita tidak perlu menulis, dengan mendengarnya dengan seksama kita juga bisa hapal dan paham. Konsentrasi sangat di butuhkan. jika ada pertanyaan yg sulit dan kita tidak pernah bisa menjawab padahal paling sering keluar di soal, lebih baik tanya.. Lalu pahami dan coba lagi di rumah. Di coba minimal 3 kali.
Intinya kita harus paham, bukan hafal.
Pahami setiap kalimat. Juga pertanyaan..
tips III
pada umumnya orang indonesia, adalah takut akan tantangan. main aman saja, begitu istilahnya. Inilah yg membuat kita lemah dalam ujian, adaptasi, sosialisasi.
Ketika kita berani menerima tantangan dan berani akan konsekuensi kalah atau menangnya, maka kita akan merasakan perjuangannya. Dan setelah berhasil kita akan semangat untuk ke level yg lebih sulit. Begitu pula dengan belajar, jangan terus2an mengerjakan soal soal dengan motif yg sama. Cari yg agak sulit dan yg memag disitu kelemahanmu. Tanya ke orang lain atau cari jawabannya ke guru dan buku. Jangan buang buang waktu untuk mengerjakan soal soal yg kamu sudah betul betul paham. Boleh di ulangi tp jangan lp untuk berani menerima tantangan dari soal soal yg sulit dan bertanya.
Tips IV
belajarlah dari kesalahan. Pasti dong di setiap ulangan ada salahnya.. kalau jawaban yang bener sih pasti sudah mantap yaa.. nah, jawaban yang salah ini nih harus di ulang sampai di mengerti.
Bisa tanya guru, teman, sahabat, pacar, tetangga, siapaaa aja. Jangan malu bertanya krn bakal terus sesal di jalan..
Tips V
usaha udah, niat udah, semangat apa lagi.. Tp belum pas kalo gak di dampingi dengan DO'A. Berserah diri kepada yang maha pencipta membuat kita lbh tenang dan pasrah dengan apa yang memang terbaik untuk kita..
Dengan 5 tips di atas semoga bisa di pikirkan untuk di terapkan pd kehidupan sehari hari menjelang ujian penentuan ini.
Good luck everyone. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)