eerrrrhhhhhh...
ini kopi terkahir yang seharusnya saya minum, sudah 6 cangkir kopi dingin. panasnya canberra yang mencapai 38 derajat hari ini membuat saya merasa seperti di pepes. maag yang udah kacau karena kebayakan kopi membuat saya mual nanmu tidak ada cara lain.. suasana yang panas membuat saya "nomaden". sebentar sebentar ke ruang tamu, ruang tv, dapur, kamar nyokap, kamar setrika, balik lagi ke kamar, kadang kamar mandi.. terus aja begitu. suasanya yang panas ngebuat saya tidak tenang. fuuuuhhhh !! jangan tanya kemana AC? saya-tidak-punya-ac-disini.
hanya ada heater. itu akan semakin panas.
mencoba menenangkan hati dengan menyalakan IPOD justrus membuat saya terdiam membisu, tak berkata. bagaimana tidak.. begini ceritanya,
sambil membawa kopi dingin dan duduk di bathtub kamar mandi, saya menyalakan ipod dengan settup shuffle.
lagu pertama, mengenangmu - kerispatih
lagu kedua, everything - michael buble
lagu ketiga, nina - officially missing you
lagu ke empat, olivia - sometimes when we touch
merasa terganggu, saya press next
dan.. lagu strawberry shortcake - cuppy cake diputar diputar..
^ You're my hunny bun, sugar plum, pumpy upmy upmy upmkin.
You're my sweetie pie.
You're my cuppy cake,gumdrop,shyummkums pure,
The apple of my eye!
And I love you so, and I want you to know that i'll always be right here.
And I love to sing this song to you
Because you are so dear! ^
saya terdiam lalu berkata pelan "please bangeeettt, jangan buat gue inget lagi"
Sunday, 1 February 2009
speechless
inilah saat dimana saya memang kehabisan kata kata. yang tadinya diam membisu dengan otak sok tau yang penuh dengan pertanyaan, terkaan, pikiran2 aneh, ragu, sekarang terjawab.
tadi malam setelah kita ngobrol soal Scholarship dari salah satu departemen tempat ayah saya bekerja, saya menanyakan sesuat. pertanyaan yang selama ini saya tahan, pertanyaan yang selama ini memenuhi otak saya..
tentu saja, saya tau, jawabannya yang kadang tergagap, menandakan dia mencari kata kata yang lebih halus sehingga sebisa mungkin tidak menyakiti perasaan saya. dia memcoba mencari kata kata yang sopan. yang mengarah tapi tidak harus selalu menyakitkan.
hati ini ternyak, sebegitukah kesalahan saya??
pertanyaan yang dia ajukan pada saya pun, sama sekali tidak bisa saya jawab.
"kenapa lo lakuin ini?".
pikiran saya buram, hitam. kenapa?
dia terus melanjutkan, alasan alasan mengapa sikapnya mendingin sedingin es, sedingin salju, sebeku winter. hati ini terasa seperti tertancap pisau. sakit, menyesakkan, berusaha menghentikan penjelasannya..
lalu, hati kecil bersuara "kenapa dia harus diam? lo kan yang nanya, lo harus denger penjelasannya.."
saya terdiam lagi, menahan ludah, menahan napas yang memeburu, menahan panasnya mata, menahan pipi yang panas dan memerah, juga air mata. menahan semuanya.. menahan kata maaf.
lagi lagi ego ini terlalu tinggi. lagi lagi ego ini membutakan, lagi lagi ego ini salah.
lalu, hati kecil kembali bersuara, "kemana dirimu yg lembut, yang cengeng, yang tidak kuat sakit, kemana dirimu yang manja, yang tidak tega, yang selalu minta maaf, yang tidak marah??"
dan saya menyadari bahwa setelah hal itu terjadi, semua berubah total..
sesal, cuma sesal yang saya rasakan. cuma hampa yang saya punya, harapan? untuk apa berharap.. dia pun belum bisa menerima. alasan?? biarlah dia yang tau pasti.
mungkin kami tidak berjodoh.. biarlah ini semua jadi pelajaran baik. jadi training lama, jadi bahan pembelajaran yang baik..
saya diam. kata katanya mulai terdengar tidak jelas, kabur, blur, kacau, saya merasa seperti mendengar bahasa planet luar.
kemana air mata ini? air mata yang tidak keluar hanya membuat dada saya sesak dan mata saya panas. kenapa? kenapa saya tidak teriak? menangis seperti dulu? menangis tersedu? menangis hingga tertidur, menangis sesengukan, menangis sedih, menangis dan menangis?? menagapa?
tersadar, ketika ternyata hati ini sudah terlalu tegar..
pertanyaan yang memalukan yang masih ada di dalam hati saya "masihkah dia merasakan, mengingat, merindukan, dulu, 2 tahun yang lama, yang panjang, yang penuh rasa??"
memang tidak saya tanyakan..
tapi saya yakin jawabannya adalah "masih, tentu saja masih diingat.. tidak akan lupa. tetapi saya berusaha melupakan. karena semuanya sudah berakhir. hubungan kita adalah teman"
tadi malam setelah kita ngobrol soal Scholarship dari salah satu departemen tempat ayah saya bekerja, saya menanyakan sesuat. pertanyaan yang selama ini saya tahan, pertanyaan yang selama ini memenuhi otak saya..
tentu saja, saya tau, jawabannya yang kadang tergagap, menandakan dia mencari kata kata yang lebih halus sehingga sebisa mungkin tidak menyakiti perasaan saya. dia memcoba mencari kata kata yang sopan. yang mengarah tapi tidak harus selalu menyakitkan.
hati ini ternyak, sebegitukah kesalahan saya??
pertanyaan yang dia ajukan pada saya pun, sama sekali tidak bisa saya jawab.
"kenapa lo lakuin ini?".
pikiran saya buram, hitam. kenapa?
dia terus melanjutkan, alasan alasan mengapa sikapnya mendingin sedingin es, sedingin salju, sebeku winter. hati ini terasa seperti tertancap pisau. sakit, menyesakkan, berusaha menghentikan penjelasannya..
lalu, hati kecil bersuara "kenapa dia harus diam? lo kan yang nanya, lo harus denger penjelasannya.."
saya terdiam lagi, menahan ludah, menahan napas yang memeburu, menahan panasnya mata, menahan pipi yang panas dan memerah, juga air mata. menahan semuanya.. menahan kata maaf.
lagi lagi ego ini terlalu tinggi. lagi lagi ego ini membutakan, lagi lagi ego ini salah.
lalu, hati kecil kembali bersuara, "kemana dirimu yg lembut, yang cengeng, yang tidak kuat sakit, kemana dirimu yang manja, yang tidak tega, yang selalu minta maaf, yang tidak marah??"
dan saya menyadari bahwa setelah hal itu terjadi, semua berubah total..
sesal, cuma sesal yang saya rasakan. cuma hampa yang saya punya, harapan? untuk apa berharap.. dia pun belum bisa menerima. alasan?? biarlah dia yang tau pasti.
mungkin kami tidak berjodoh.. biarlah ini semua jadi pelajaran baik. jadi training lama, jadi bahan pembelajaran yang baik..
saya diam. kata katanya mulai terdengar tidak jelas, kabur, blur, kacau, saya merasa seperti mendengar bahasa planet luar.
kemana air mata ini? air mata yang tidak keluar hanya membuat dada saya sesak dan mata saya panas. kenapa? kenapa saya tidak teriak? menangis seperti dulu? menangis tersedu? menangis hingga tertidur, menangis sesengukan, menangis sedih, menangis dan menangis?? menagapa?
tersadar, ketika ternyata hati ini sudah terlalu tegar..
pertanyaan yang memalukan yang masih ada di dalam hati saya "masihkah dia merasakan, mengingat, merindukan, dulu, 2 tahun yang lama, yang panjang, yang penuh rasa??"
memang tidak saya tanyakan..
tapi saya yakin jawabannya adalah "masih, tentu saja masih diingat.. tidak akan lupa. tetapi saya berusaha melupakan. karena semuanya sudah berakhir. hubungan kita adalah teman"
Sunday, 11 January 2009
pendewasaan
judulnya aja udah pendewasaan..
cara caranya jelas ber-beda beda, liburan di jakarta kali ini benar benar penuh dengan kejutan.
dari yang kecil hingga yang besar.
mulai dari baru sampai di bandara soekarno hatta sudah dikejutkan oleh panasnya kota jakarta, kemudian di kejutkan oleh macetnya ibu kota..
bukan hanya itu, dikejutkan lagi oleh makanan yang pada akhirnya membuat saya harus beristirahat selama 1 minggu di rumah dengan perut sakit dan mual. yang pada intinya saya keracunan..
belum sampai situ saja.. saya harus mulai menyesuaikan dengan budaya 'ngerumpi' warga sekitar, harus membiasakan tentang omongan omongan mereka..
membiasakan untuk mengerti pendapat orang lain, padahal dulu saya terbiasa dimengerti.
membiasakan diri untuk sendiri. tanpa si dia. hahaha
susah juga ternyata, tapi ternyata semua ini adalah tahap pendewasaan saya menuju arah yang lebih baik..
cara caranya jelas ber-beda beda, liburan di jakarta kali ini benar benar penuh dengan kejutan.
dari yang kecil hingga yang besar.
mulai dari baru sampai di bandara soekarno hatta sudah dikejutkan oleh panasnya kota jakarta, kemudian di kejutkan oleh macetnya ibu kota..
bukan hanya itu, dikejutkan lagi oleh makanan yang pada akhirnya membuat saya harus beristirahat selama 1 minggu di rumah dengan perut sakit dan mual. yang pada intinya saya keracunan..
belum sampai situ saja.. saya harus mulai menyesuaikan dengan budaya 'ngerumpi' warga sekitar, harus membiasakan tentang omongan omongan mereka..
membiasakan untuk mengerti pendapat orang lain, padahal dulu saya terbiasa dimengerti.
membiasakan diri untuk sendiri. tanpa si dia. hahaha
susah juga ternyata, tapi ternyata semua ini adalah tahap pendewasaan saya menuju arah yang lebih baik..
Tuesday, 2 December 2008
Safina
well, hidup itu tidak seindah pemililiknya..
akhir akhir ini saya baru tahu, ketika pertama kali kita terlahir di dunia, kita sudah diberi sesuatu yang disebut dengan NASIP.
sambil menyeseap cangkir espresso ke tiga saya hari ini, saya mulai berfikir bahwa ternyata banyak diantara mereka yang tidak seberuntung penampilannya.
wajah serta parasnya yang mempesona,mobil mewah, harta atau bahkan segalanya sungguh tidak bisa mengukur. pacar, sahabat, atau keluarga yang "gemerlap" sama sekali tidak bisa mengubah sebuah tuntutan bernama nasip.
FATE, yaa itu nasip.
saya pernah kenal seseorang sejak saya kecil. namanya Safira, dia teman SD saya. ibunya cantik, mereka termasuk dalam keadaan kecukupan.. entah apa yang saya pikirkan dulu padanya. kekaguman mungkin. mobil, rumah mewah, segalanya, alat alat tulis serta buku buku Safira yang fancy, pakaiannya yang selalu bersih dan wangi jelas terlihat contrast diantara saya dan teman teman yan mungkin sudah terbiasa dengan hidup sederhana. "...hidup keluarga seorang pegawai negeri, abdi negara"begitu kata ayah saya sewaktu itu. semuanya terlihat sempurna yaa sempurna..
kakaknya Safira, bernama Safina. dia juga cantik. ketika saya kelas 3 SD Safina sudah menginjak kelas 1 SMA. perbedaan jarak usia yang jauh memang..
parasnya yang cantik dan tubuhnya yang langsing langsung membuat saya iri dan bermimpi jauuh disana. membuat saya terus menceritakan bagaimana cantiknya Safina pada eyang saya. saya ceritakan setiap waktu, sepulang sekolah, setelah makan malam, sebelum tidur, esoknya, setiap kali saya melihat Safina, saya tersadar bahwa saya mengidolakannya.
dia idola saya sewaktu itu.
anggapan saya adalah dia yang anggun, cerdas, cantik, punya banyak teman, hidup yang sempurna, segalanya, membuat saya ber angan angan tinggi - tinggi - dan tinggi tanpa takut akan jatuh.
8 tahun sudah, semuanya pasti berjalan semakin indah untuk safina.
hingga sebuah cerita dalam telepon berlangsung tadi pagi dengan eyang saya .
eyang : kamu inget safina ngga ndo'? orang yang sering kamu ceritain dulu? eyang tadi ke tukang sayur, dapet gossip dari tetangga tetangga.. katanya keluarganya Safina udah mencar mencar, bapak karo ibune wis cere, Safira pindah ke bandung, ehh ndok, Safina nikah sama Bang Jupi, inget gak? ituu lho, yang tukang ojek. yang mangkal di depan komplek. yang ireng, jarang ngomong.. sekarang Safina kerja di AB (nama swalayan, dekat rumah) jadi kasir.. kasian ndo.. kamu bawain oleh oleh ya kalo pulang.
saya diam, tak berkata, hingga eyang memanggil manggil.
idolaku, impian ku, figur idamanku, mimpiku, seseorang yang membuatku mau menjadi sosoknya. sekarang berubah . berubah tumpah. seperti menumpahkan segelas susu di meja bertaplak hitam. taplaknya kan berubah warna, dan susunya pun tumpah, sama seperti tumpahnya seluruh kekagumanku, dan merubah warna impianku.
rasa figur idaman berubah menjadi kasihan,ingin rasanya memeluk idolaku itu dan berkata tidak ada yang berubah dalam dirinya, walau memang berubah.. tapi saya yain hatinya sekarang menjadi lebih cantik. dan wajahnya tetap cantik. seperti permata di antara lumpur atau seperti teratai di air keruh. saya yakin semuanya masih sama..
hari ini, saya berikan safina, baju paling bagus (menurut saya), saya belikan beberapa coklat dan boneka. janji saya pada diri sendiri adalah membawakan itu untukknya, ketika saya tiba di jakarta.
kadang memang hidup penuh teka teki, Safina yang cantik dan kaya berubah menjadi seperti ini.
saya menarik napas panjang..
"...mungkin Tuhan punya rencana lain, atau adakah cara untuk menghindar dari FATE yang tidak mengenakkan??"
akhir akhir ini saya baru tahu, ketika pertama kali kita terlahir di dunia, kita sudah diberi sesuatu yang disebut dengan NASIP.
sambil menyeseap cangkir espresso ke tiga saya hari ini, saya mulai berfikir bahwa ternyata banyak diantara mereka yang tidak seberuntung penampilannya.
wajah serta parasnya yang mempesona,mobil mewah, harta atau bahkan segalanya sungguh tidak bisa mengukur. pacar, sahabat, atau keluarga yang "gemerlap" sama sekali tidak bisa mengubah sebuah tuntutan bernama nasip.
FATE, yaa itu nasip.
saya pernah kenal seseorang sejak saya kecil. namanya Safira, dia teman SD saya. ibunya cantik, mereka termasuk dalam keadaan kecukupan.. entah apa yang saya pikirkan dulu padanya. kekaguman mungkin. mobil, rumah mewah, segalanya, alat alat tulis serta buku buku Safira yang fancy, pakaiannya yang selalu bersih dan wangi jelas terlihat contrast diantara saya dan teman teman yan mungkin sudah terbiasa dengan hidup sederhana. "...hidup keluarga seorang pegawai negeri, abdi negara"begitu kata ayah saya sewaktu itu. semuanya terlihat sempurna yaa sempurna..
kakaknya Safira, bernama Safina. dia juga cantik. ketika saya kelas 3 SD Safina sudah menginjak kelas 1 SMA. perbedaan jarak usia yang jauh memang..
parasnya yang cantik dan tubuhnya yang langsing langsung membuat saya iri dan bermimpi jauuh disana. membuat saya terus menceritakan bagaimana cantiknya Safina pada eyang saya. saya ceritakan setiap waktu, sepulang sekolah, setelah makan malam, sebelum tidur, esoknya, setiap kali saya melihat Safina, saya tersadar bahwa saya mengidolakannya.
dia idola saya sewaktu itu.
anggapan saya adalah dia yang anggun, cerdas, cantik, punya banyak teman, hidup yang sempurna, segalanya, membuat saya ber angan angan tinggi - tinggi - dan tinggi tanpa takut akan jatuh.
8 tahun sudah, semuanya pasti berjalan semakin indah untuk safina.
hingga sebuah cerita dalam telepon berlangsung tadi pagi dengan eyang saya .
eyang : kamu inget safina ngga ndo'? orang yang sering kamu ceritain dulu? eyang tadi ke tukang sayur, dapet gossip dari tetangga tetangga.. katanya keluarganya Safina udah mencar mencar, bapak karo ibune wis cere, Safira pindah ke bandung, ehh ndok, Safina nikah sama Bang Jupi, inget gak? ituu lho, yang tukang ojek. yang mangkal di depan komplek. yang ireng, jarang ngomong.. sekarang Safina kerja di AB (nama swalayan, dekat rumah) jadi kasir.. kasian ndo.. kamu bawain oleh oleh ya kalo pulang.
saya diam, tak berkata, hingga eyang memanggil manggil.
idolaku, impian ku, figur idamanku, mimpiku, seseorang yang membuatku mau menjadi sosoknya. sekarang berubah . berubah tumpah. seperti menumpahkan segelas susu di meja bertaplak hitam. taplaknya kan berubah warna, dan susunya pun tumpah, sama seperti tumpahnya seluruh kekagumanku, dan merubah warna impianku.
rasa figur idaman berubah menjadi kasihan,ingin rasanya memeluk idolaku itu dan berkata tidak ada yang berubah dalam dirinya, walau memang berubah.. tapi saya yain hatinya sekarang menjadi lebih cantik. dan wajahnya tetap cantik. seperti permata di antara lumpur atau seperti teratai di air keruh. saya yakin semuanya masih sama..
hari ini, saya berikan safina, baju paling bagus (menurut saya), saya belikan beberapa coklat dan boneka. janji saya pada diri sendiri adalah membawakan itu untukknya, ketika saya tiba di jakarta.
kadang memang hidup penuh teka teki, Safina yang cantik dan kaya berubah menjadi seperti ini.
saya menarik napas panjang..
"...mungkin Tuhan punya rencana lain, atau adakah cara untuk menghindar dari FATE yang tidak mengenakkan??"
Monday, 24 November 2008
TTM
singkatan dari teman tapi mesra.
Ngakunya sih temen, ngakunya sih sahabat, tapi rajin telpon telpon an, full dengan perhatian, kata kata manis setiap hari, perlakuan fisik layaknya pacar, rasanya berbunga2. Tapi tetep temen.
Mmmm, status perlu di tegakkan dong.
Obrolan tadi malam lewat skype sama Huda, mantan pacar temen saya, ngebuat saya mengerti kenapa cowok lebih memilih untuk ttm dari pada jadian. Sebelumya cowok itu ada 2 macam, cowok berhati lembut dan cowok berhati keras.
Cowok berhati lembut pada umumnya mudah disakiti oleh cewek. Dan cowok berhati keras pada umumnya pendendam. Ada juga tipe cowok yang memang gak mau menjalin hubungan sebelum dia bener bener ''sreg''.
Banyak alasannya..
Trauma lah salah satunya, mereka takut merasakan sakit yang sama. Sebenarnya
Ini hampir sama seperti cewek cewek. Ada juga mereka yang ''gengsi'', indeed, mereka masih memiliki rasa khusus pada sang mantan tapi mungkin rasa malu dan pengaruh teman juga berpengaruh amat besar.
Sifat cowok yang playboy atau dalam arti sesungguhnya adalah kekanak-kanakan. Mengapa begitu? karena hanya anak anak kecil yang hanya berfikiran untuk bermain dalam sebuah hubungan demi mencari kesenangan.
Kedewasaan pun akhirnya menjadi tolak ukur mengapa ini terjadi.
Tapi belum tentu pihak cewek selalu di rugikan, buktinya banyak kok, cewek yang mau di ajak ttm an.
atau bahkan kadang kadang cowok melakukannya atas tindak cewek yang menginginkannya.
Hmmm.. Susah juga ya.
Mending berhubungan yang jelas jelas aja deeh. Jujur sama perasaan dan hati akan lebih menenangkan dari pada meninggikan rasa gengsi.
Bukankah begitu??
Ngakunya sih temen, ngakunya sih sahabat, tapi rajin telpon telpon an, full dengan perhatian, kata kata manis setiap hari, perlakuan fisik layaknya pacar, rasanya berbunga2. Tapi tetep temen.
Mmmm, status perlu di tegakkan dong.
Obrolan tadi malam lewat skype sama Huda, mantan pacar temen saya, ngebuat saya mengerti kenapa cowok lebih memilih untuk ttm dari pada jadian. Sebelumya cowok itu ada 2 macam, cowok berhati lembut dan cowok berhati keras.
Cowok berhati lembut pada umumnya mudah disakiti oleh cewek. Dan cowok berhati keras pada umumnya pendendam. Ada juga tipe cowok yang memang gak mau menjalin hubungan sebelum dia bener bener ''sreg''.
Banyak alasannya..
Trauma lah salah satunya, mereka takut merasakan sakit yang sama. Sebenarnya
Ini hampir sama seperti cewek cewek. Ada juga mereka yang ''gengsi'', indeed, mereka masih memiliki rasa khusus pada sang mantan tapi mungkin rasa malu dan pengaruh teman juga berpengaruh amat besar.
Sifat cowok yang playboy atau dalam arti sesungguhnya adalah kekanak-kanakan. Mengapa begitu? karena hanya anak anak kecil yang hanya berfikiran untuk bermain dalam sebuah hubungan demi mencari kesenangan.
Kedewasaan pun akhirnya menjadi tolak ukur mengapa ini terjadi.
Tapi belum tentu pihak cewek selalu di rugikan, buktinya banyak kok, cewek yang mau di ajak ttm an.
atau bahkan kadang kadang cowok melakukannya atas tindak cewek yang menginginkannya.
Hmmm.. Susah juga ya.
Mending berhubungan yang jelas jelas aja deeh. Jujur sama perasaan dan hati akan lebih menenangkan dari pada meninggikan rasa gengsi.
Bukankah begitu??
Sunday, 23 November 2008
Hati
ada hati yang memang diciptakan sudah bersama.
Mungkin hati saya juga, entahlah ada rasa yang sulit saya ungkapkan..
Ada hati yang sulit di tebak. Dan hati yang satu ini pun begitu...
Mungkin hati saya juga, entahlah ada rasa yang sulit saya ungkapkan..
Ada hati yang sulit di tebak. Dan hati yang satu ini pun begitu...
Saturday, 22 November 2008
kaum ADAM
bleeehhh, susah deh kalau udah mulai ngomongin kaum yang satu ini.
kaum anti manis tapi lebih lebih sering senang di perlakukan manis. hhmmmmm...
agak susah mendeskripsikan soal kaum adam. ada yang malu malu tapi mau, ada yang ceplas ceplos, ada yang gombal, tapi ada juga yang galak.
basically, mereka adalah ANJING. "nahh, lo"
jadi gini, anjing itu bermacam macam, sifatnya pun bermacam macam. reaksinya pun macem macem, ada yang dibaikin jadi manis, tapi ada yang dibaikin tetep "ngong-ngong".
tapi ada hal yang gak bakal berubah.. kalo ngeliat lawan jenis yang bener bener "eye catching" dia bakal ngejulurin lidahnya kayak kehausan. hehehehe..
intinya (lagi) sih, mereka butuh kenyamanan..
entah dari mana kenyamanannya, mereka butuh itu. dari temen, sahabat, keluarga, pacar, atau orang yang baru kenal even strangers. mereka butuh kenyamanan yang berlebih.
sama sih seperti halnya baju, kita butuh baju yang nyaman, soal model itu selera yang penting nyaman.
semakin dewasa saya semakin tau, "...bahwa baju yang bagus belum tentu nyaman, tapi baju yang nyaman, kita tau kualitasnya"
kaum anti manis tapi lebih lebih sering senang di perlakukan manis. hhmmmmm...
agak susah mendeskripsikan soal kaum adam. ada yang malu malu tapi mau, ada yang ceplas ceplos, ada yang gombal, tapi ada juga yang galak.
basically, mereka adalah ANJING. "nahh, lo"
jadi gini, anjing itu bermacam macam, sifatnya pun bermacam macam. reaksinya pun macem macem, ada yang dibaikin jadi manis, tapi ada yang dibaikin tetep "ngong-ngong".
tapi ada hal yang gak bakal berubah.. kalo ngeliat lawan jenis yang bener bener "eye catching" dia bakal ngejulurin lidahnya kayak kehausan. hehehehe..
intinya (lagi) sih, mereka butuh kenyamanan..
entah dari mana kenyamanannya, mereka butuh itu. dari temen, sahabat, keluarga, pacar, atau orang yang baru kenal even strangers. mereka butuh kenyamanan yang berlebih.
sama sih seperti halnya baju, kita butuh baju yang nyaman, soal model itu selera yang penting nyaman.
semakin dewasa saya semakin tau, "...bahwa baju yang bagus belum tentu nyaman, tapi baju yang nyaman, kita tau kualitasnya"
Subscribe to:
Posts (Atom)