mau apa lagi?
baik, udah.. senyum, ramah, semuanya udah.
sabar udah.
tapi masih kayak gitu. ya sudah.
mungkin dalam berteman membuat kamu juga harus memilih sesuai kriteria.
"hhhmmmmmmm.."
Tuesday, 18 November 2008
suatu malam
bibir saya bergetar, menahan tangis.. menahan rasa takut kehilangan, menahan hati yang terus bergejolak untuk terus berbuat salah, takut akan mendapat malu, takut akan rasa yang pasti berubah.
ketakutan yang terus mengejar,
seperti sudah kehabisan tenaga. saya diam, mendiamkan ketakutan yang terus mengejar dan akhirnya saya tertangkap.
tetap saya diamkan, sampai hati ini tenang.
...dan mulailah saya bercerita,
cerita berakhir ketika kami memutuskan berpisah.
sudah, ini sama persis seperti apa yang saya pikirkan sebelumnya. saya menghela napas panjang di sela sela tangis yang terisak pelan.
"...sebuah kejujuran yang berakhi
ketakutan yang terus mengejar,
seperti sudah kehabisan tenaga. saya diam, mendiamkan ketakutan yang terus mengejar dan akhirnya saya tertangkap.
tetap saya diamkan, sampai hati ini tenang.
...dan mulailah saya bercerita,
cerita berakhir ketika kami memutuskan berpisah.
sudah, ini sama persis seperti apa yang saya pikirkan sebelumnya. saya menghela napas panjang di sela sela tangis yang terisak pelan.
"...sebuah kejujuran yang berakhi
tanda tanya
masih salahkah saya setelah saya mengakui salah saya??
masih salahkan saya setelah saya memohon maaf?
masih salahkah saya untuk tetap bersikap baik padanya?
masih salahkah saya karena sudah menyimpan rasa ini dalam dalam agar tak terasa lagi?
masih salahkah saya karena mencoba mengalah kan hati ini agar dia bahagia?
masih salahkah saya menahan keras air mata saya melihat dia dengan orang lain?
masih salahkah saya karena memilih diam ketika semua orang membicarakan saya?
masih salahkah saya karena memilih untuk tersenyum?
masih salahkan saya karena saya ingin terus membantumu?
masih salahkah saya karena melakukan ini hanya DEMI CINTA????
masih salahkan saya setelah saya memohon maaf?
masih salahkah saya untuk tetap bersikap baik padanya?
masih salahkah saya karena sudah menyimpan rasa ini dalam dalam agar tak terasa lagi?
masih salahkah saya karena mencoba mengalah kan hati ini agar dia bahagia?
masih salahkah saya menahan keras air mata saya melihat dia dengan orang lain?
masih salahkah saya karena memilih diam ketika semua orang membicarakan saya?
masih salahkah saya karena memilih untuk tersenyum?
masih salahkan saya karena saya ingin terus membantumu?
masih salahkah saya karena melakukan ini hanya DEMI CINTA????
Friday, 14 November 2008
KAMU
kata siapa saya tidak menangis?
hati ini miris teriris iris, harapan yang sudah tinggi begitu saja jatuh dalam hitungan jam.
harapan yang di bangun bertahun tahun jatuh dalam hitungan jam.
sakit.
mata ini sudah bengkak. mata ini sudah tak punya lagi air mata.
perih rasanya menahan tangis, karena berusaha agar orang lain tidak tau. biarlah rasa sakit ini hanya milik saya saja.
pertentangan persepsi di hati ini membuat saya sendiri sakit.
yah, sudahlah, ini yang terbaik. jujur adalah pilihan saya. kebohongan yang saya buat hanya membuat saya sakit untuk menutupinya tapi bahagia disayangnya.
dan kejujuran yang saya buat ini, membuat rasa sakit ini menjadi berlipat lipat. sakit yang dicampur dengan kehilangan. sakit. ratusan ribuan pertanyaan begitu saja keluar dari hati dan kepala saya. pertanyaan yang jika jawab sendiri dengan asumsi yang saya punya, hanya membuat dada ini sesak, saya kehabisan oksigen. membuat tangis saya tak lagi bersuara. ada hasrat untuk bertanya. tapi apakah dia mau menjawabnya???
bukankah kejujuran itu indah? bukankan kejujuran itu nyaman?
tapi mengapa ada caci? pertanyaan terus keluar dari kepala.
mengapa rasa yang dulu itu sekarang berubah dalam hitungan jam? tidakkah ada sisa, walaupun sedikit? apakah dulu hanya kata kata? hanya bualan? hanya gombalan? tidak ingatkah hal hal yang kita lakukan berdua? tidak ingatkah sewaktu aku menangis? tidak ingatkah sewaktu kamu menangis? tidak ingatkah support support yang kamu dan aku berikan? tidak ingatkah sewaktu kita saling memberi? tidak ingatkah kamu? kamu lupakan itu dalam hitungan jam??
aku tidak menginginkannya kembali. sungguh, terlalu sakit.
kejujuran yang kubuat sungguh hanya demi karena AKU SAYANG KAMU. that's it.
kemana kata katamu yang dulu? kata kata memaafkan. kata kata manis? kata kata indah? kata kata bisa menerima?
yang saya lakukan hanyalah ingin memperbaiki.
agar tidak ada lagi kebohongan. tapi ternyata, kamu memang hanya bisa melihat dari satu sisi.
sudahlah, biarlah ini jadi pelajaran untuk kamu dan aku.
saya tidak menyalahkan kamu.
tidak, hanya hati saya tidak bisa terima dengan sebuah kondisi yang saya tau, kamu sudah menyebutnya "kamu lah yang membuatnya sendiri" cukup. cukup bersikap sok BIJAK. bersikap sok DEWASA. cukup. cukup BICARA. dan lakukan apa yang kamu bicarakan.
BERHENTI dengan sikap flamboyan yang entah kapan bisa berhenti.
ingat ingat apa yang kamu katakan, apa yg kamu lakukan.
tolong, jangan berlagak seperti semua ini kesalahan saya. ya saya salah.
tapi apakah kamu tidak salah jika kamu melupakan kata kata buaian manis itu???
entahlah, kamu lupa atau sengaja melupakan.
hati ini miris teriris iris, harapan yang sudah tinggi begitu saja jatuh dalam hitungan jam.
harapan yang di bangun bertahun tahun jatuh dalam hitungan jam.
sakit.
mata ini sudah bengkak. mata ini sudah tak punya lagi air mata.
perih rasanya menahan tangis, karena berusaha agar orang lain tidak tau. biarlah rasa sakit ini hanya milik saya saja.
pertentangan persepsi di hati ini membuat saya sendiri sakit.
yah, sudahlah, ini yang terbaik. jujur adalah pilihan saya. kebohongan yang saya buat hanya membuat saya sakit untuk menutupinya tapi bahagia disayangnya.
dan kejujuran yang saya buat ini, membuat rasa sakit ini menjadi berlipat lipat. sakit yang dicampur dengan kehilangan. sakit. ratusan ribuan pertanyaan begitu saja keluar dari hati dan kepala saya. pertanyaan yang jika jawab sendiri dengan asumsi yang saya punya, hanya membuat dada ini sesak, saya kehabisan oksigen. membuat tangis saya tak lagi bersuara. ada hasrat untuk bertanya. tapi apakah dia mau menjawabnya???
bukankah kejujuran itu indah? bukankan kejujuran itu nyaman?
tapi mengapa ada caci? pertanyaan terus keluar dari kepala.
mengapa rasa yang dulu itu sekarang berubah dalam hitungan jam? tidakkah ada sisa, walaupun sedikit? apakah dulu hanya kata kata? hanya bualan? hanya gombalan? tidak ingatkah hal hal yang kita lakukan berdua? tidak ingatkah sewaktu aku menangis? tidak ingatkah sewaktu kamu menangis? tidak ingatkah support support yang kamu dan aku berikan? tidak ingatkah sewaktu kita saling memberi? tidak ingatkah kamu? kamu lupakan itu dalam hitungan jam??
aku tidak menginginkannya kembali. sungguh, terlalu sakit.
kejujuran yang kubuat sungguh hanya demi karena AKU SAYANG KAMU. that's it.
kemana kata katamu yang dulu? kata kata memaafkan. kata kata manis? kata kata indah? kata kata bisa menerima?
yang saya lakukan hanyalah ingin memperbaiki.
agar tidak ada lagi kebohongan. tapi ternyata, kamu memang hanya bisa melihat dari satu sisi.
sudahlah, biarlah ini jadi pelajaran untuk kamu dan aku.
saya tidak menyalahkan kamu.
tidak, hanya hati saya tidak bisa terima dengan sebuah kondisi yang saya tau, kamu sudah menyebutnya "kamu lah yang membuatnya sendiri" cukup. cukup bersikap sok BIJAK. bersikap sok DEWASA. cukup. cukup BICARA. dan lakukan apa yang kamu bicarakan.
BERHENTI dengan sikap flamboyan yang entah kapan bisa berhenti.
ingat ingat apa yang kamu katakan, apa yg kamu lakukan.
tolong, jangan berlagak seperti semua ini kesalahan saya. ya saya salah.
tapi apakah kamu tidak salah jika kamu melupakan kata kata buaian manis itu???
entahlah, kamu lupa atau sengaja melupakan.
Thursday, 13 November 2008
Confession
will you be confess? haha.
no, i bet !
saya yakin semua orang punya kesalahan. pasti ada. entah hanya 1 atau 2. saya yakin. pasti ada saja kesalahannya.
entah di sengaja ataupun tidak.
membuat kesalahan tentu saja gampang, mengakui dan menerima adalah hal yang tersulit, itu menurut saya.
ada rasa sesal ketika membuat kesalahan, tidak saya pungkiri jika ada rasa nikmatnya.
... dan saya memutuskan untuk mengakui sebuah kesalahan yang sudah saya perkirakan akibatnya pada saya. sangat sangat saya perkirakan.
ada rasa sakit, ketika semua orang membenci saya. tapi mau bagaimana?
ini keputusan untuk jujur. maaf, saya tidak bisa terus berbohong.
berbohong sudah lah kesalahan saya. tapi meneruskannya membuat saya tidak sanggup.
lebih baik jujur.
saya tau semua ada konsekuensi nya
:)
memang, sebuah kejujuran itu bisa di umpamakan seperti kentut.
"ditahan tahan sakit perut, tapi kalau di keluarin orang ribut"
no, i bet !
saya yakin semua orang punya kesalahan. pasti ada. entah hanya 1 atau 2. saya yakin. pasti ada saja kesalahannya.
entah di sengaja ataupun tidak.
membuat kesalahan tentu saja gampang, mengakui dan menerima adalah hal yang tersulit, itu menurut saya.
ada rasa sesal ketika membuat kesalahan, tidak saya pungkiri jika ada rasa nikmatnya.
... dan saya memutuskan untuk mengakui sebuah kesalahan yang sudah saya perkirakan akibatnya pada saya. sangat sangat saya perkirakan.
ada rasa sakit, ketika semua orang membenci saya. tapi mau bagaimana?
ini keputusan untuk jujur. maaf, saya tidak bisa terus berbohong.
berbohong sudah lah kesalahan saya. tapi meneruskannya membuat saya tidak sanggup.
lebih baik jujur.
saya tau semua ada konsekuensi nya
:)
memang, sebuah kejujuran itu bisa di umpamakan seperti kentut.
"ditahan tahan sakit perut, tapi kalau di keluarin orang ribut"
Subscribe to:
Posts (Atom)